Langsung ke konten

Promo partai: potongan 20% + gratis ongkir seluruh Indonesia min. 100 bibit kecil, 50 bibit 1 m, atau 10 bibit 2 m (15 di luar Jabodetabek).

JualBibit.id PT Agrieva Global Indonesia

Bibit Okulasi

Beda Okulasi, Sambung Pucuk, dan Cangkok: Mana yang Paling Cocok?

Okulasi, sambung pucuk, dan cangkok sama sama menghasilkan bibit yang cepat berbuah, tetapi akarnya berbeda. Ini perbandingan lengkapnya untuk membantu Anda memilih.

Oleh Tim JualBibit.id  /   /  2 menit baca

Beda Okulasi, Sambung Pucuk, dan Cangkok: Mana yang Paling Cocok?
Foto: Eiku, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons (ilustrasi sambungan)

Selain okulasi, ada dua teknik perbanyakan vegetatif lain yang sering ditemui di penjual bibit: sambung pucuk dan cangkok. Ketiganya menghasilkan bibit yang sifat buahnya sama dengan induk, tetapi ada perbedaan penting yang memengaruhi kekuatan pohon di masa depan.

Okulasi

Satu mata tunas ditempelkan ke batang bawah hasil semai biji. Karena batang bawahnya berasal dari biji, bibit okulasi memiliki akar tunggang yang menancap dalam ke tanah.

Sambung pucuk

Mirip okulasi, tetapi yang disambungkan adalah potongan pucuk (ranting muda dengan beberapa mata tunas), bukan satu mata tunas saja. Teknik ini banyak dipakai untuk durian, alpukat, dan mangga. Bibitnya juga memiliki akar tunggang dari batang bawah.

Cangkok

Kulit cabang pohon induk dikupas melingkar lalu dibungkus media lembap sampai tumbuh akar. Setelah berakar, cabang dipotong dan ditanam. Bibit cangkok tidak memiliki akar tunggang, hanya akar serabut.

Perbandingan

AspekOkulasiSambung pucukCangkok
Sifat buahSama dengan indukSama dengan indukSama dengan induk
AkarTunggang, kuatTunggang, kuatSerabut
Tahan angin dan kemarauBaikBaikKurang
Cocok untukKebun dan pekaranganKebun dan pekaranganTabulampot, lahan terbatas

Mana yang sebaiknya dipilih?

  • Untuk kebun di lahan terbuka, pilih okulasi atau sambung pucuk. Akar tunggangnya membuat pohon kokoh menghadapi angin kencang dan lebih tahan saat kemarau panjang.
  • Untuk tabulampot, cangkok masih bisa menjadi pilihan karena pohon tidak perlu tumbuh sangat besar.
  • Untuk pohon besar seperti durian, hindari cangkok. Pohon durian yang tinggi dengan akar serabut lebih mudah tumbang.

Kesimpulan

Okulasi dan sambung pucuk menggabungkan dua keunggulan: buah yang pasti sama dengan induk dan akar yang kuat. Karena itu keduanya menjadi pilihan utama untuk kebun buah jangka panjang.

Bibit unggulan kami

Bibit Durian Duri Hitam di kebun JualBibit.id Durian

Durian Duri Hitam

Durian premium asal Penang, Malaysia (Black Thorn). Daging kuning oranye, sangat lembut, manis dengan sedikit rasa pahit.

Mulai berbuah: sekitar 4 sampai 5 tahun setelah tanam

Mulai Rp30.000

Bibit Alpukat Miki di kebun JualBibit.id Alpukat

Alpukat Miki

Alpukat unggul dengan buah besar, daging tebal kuning mentega, pulen dan tidak berserat. Bisa ditanam di lahan maupun tabulampot.

Mulai berbuah: sekitar 2 sampai 3 tahun setelah tanam

Mulai Rp90.000

Bibit Durian Mantuala Batu Hayam di kebun JualBibit.id Durian

Durian Mantuala Batu Hayam

Varietas durian asal Kalimantan yang masih langka dan baru mulai dibudidayakan. Tinggi bibit sekitar 80 cm. Stok terbatas.

Mulai Rp300.000

Artikel lainnya