Pupuk & Nutrisi
Kapur Dolomit untuk Tanah Asam: Kapan dan Berapa Banyak?
Tanah asam membuat pupuk sulit diserap tanaman. Kapur dolomit menaikkan pH sekaligus menambah kalsium dan magnesium. Ini cara memakainya.
Oleh Tim JualBibit.id / / 2 menit baca
Banyak lahan di Indonesia, terutama di daerah dengan curah hujan tinggi, memiliki tanah yang cenderung asam. Pada tanah seperti ini, pupuk yang diberikan tidak bisa diserap tanaman dengan optimal.
Apa itu kapur dolomit?
Dolomit adalah kapur pertanian yang mengandung kalsium dan magnesium. Fungsinya menaikkan pH tanah yang asam sekaligus menambah dua unsur hara tersebut.
Tanda tanah terlalu asam
- Tanaman tumbuh kerdil meskipun sudah dipupuk.
- Daun menguning dan pertumbuhan akar buruk.
- Banyak ditumbuhi tanaman liar yang menyukai tanah asam.
- Paling pasti: ukur pH tanah dengan alat pH meter atau uji tanah.
Sebagian besar tanaman buah tumbuh baik di tanah dengan pH sekitar 5,5 sampai 7.
Kapan diberikan?
- Saat persiapan lubang tanam, sekitar 2 sampai 4 minggu sebelum menanam bibit.
- Untuk pohon yang sudah tumbuh, taburkan di sekitar tajuk, idealnya di luar waktu pemupukan NPK agar tidak saling mengganggu.
Berapa banyak?
Sebagai gambaran umum, untuk satu lubang tanam biasanya diberikan sekitar 0,5 sampai 1 kg dolomit dan dicampur rata dengan tanah galian. Kebutuhan sebenarnya bergantung pada tingkat keasaman tanah, sehingga uji pH sangat dianjurkan untuk kebun yang luas.
Hal yang perlu dihindari
- Jangan mencampur dolomit bersamaan dengan pupuk kandang segar atau urea dalam satu waktu.
- Jangan memberikan kapur berlebihan. Tanah yang terlalu basa juga membuat beberapa unsur hara sulit diserap.